Bingkai
Menjadi gelap berat mega yang putih
Sebenarnya ini biasa tapi selalu kurindu
Sudah cukup larut dalam siang menatap jingga
Akan ada titik dilema untuk menunggu
Atau menikmati bagian ini dipuncak musimnya
Kau yang berbingkai merah cemas menunggu
Menopang dagu dengan jemu, pasti kau lelah
Sayup angin dingin semilir menyeka hangat
Tak salah kau tersenyum akan itu
Membawa keheningan menambah kenyamanan
Walaupun telingaku terlalu mengantuk untuk mendengar
Tapi mataku masih cukup awas melihatmu dibalik meja kursi tempat kau terdiam
Abu abu
itulah kesan yang kau beri
Bukan tentang pikiran yang tidak hitam atau putih
Abu abu
warna yang membuat kau sewarna dengan keadaan yang aku suka ini
No comments:
Post a Comment