Bingkai
Menjadi gelap berat mega yang putih
Sebenarnya ini biasa tapi selalu kurindu
Sudah cukup larut dalam siang menatap jingga
Akan ada titik dilema untuk menunggu
Atau menikmati bagian ini dipuncak musimnya
Kau yang berbingkai merah cemas menunggu
Menopang dagu dengan jemu, pasti kau lelah
Sayup angin dingin semilir menyeka hangat
Tak salah kau tersenyum akan itu
Membawa keheningan menambah kenyamanan
Walaupun telingaku terlalu mengantuk untuk mendengar
Tapi mataku masih cukup awas melihatmu dibalik meja kursi tempat kau terdiam
Abu abu
itulah kesan yang kau beri
Bukan tentang pikiran yang tidak hitam atau putih
Abu abu
warna yang membuat kau sewarna dengan keadaan yang aku suka ini
Monday, April 13, 2020
Anelis
Sehingga cenderung satu arah, tanya dan jawab
Tak lebih, tidak sedikit pun, gaya bahasamu yang menyiratkan kau tertarik dengan obrolan, yang akan asyik bila kau menikmatinya
Jikapun hanya segenggam senyum setangkai tawa
Aku pasti merasa obrolan ini menjadi hangat
Tentang sebuah akun yang aku miliki
Tapi kau tak tau sandi apa yang aku punya
Struktur keabsahan bahwa kita memang bertugas
Menilai satu sama lain
Itu akan berhasil suatu saat
Ketika bulan hadir untukku
Dan matahari terbit untukmu
Kemarin apa, lusa kenapa, sekarang iya
Di udara menjalin rotan merajut benang
Angka yang berbeda tujuan yang tak sama
Tak usah dipaksakan walaupun iya kau pahami nya
Dasar palung hanya berisi pasir, pasir paling halus
Jangan jatuh terlalu dalam
Kuatkan peganganmu
Sehingga cenderung satu arah, tanya dan jawab
Tak lebih, tidak sedikit pun, gaya bahasamu yang menyiratkan kau tertarik dengan obrolan, yang akan asyik bila kau menikmatinya
Jikapun hanya segenggam senyum setangkai tawa
Aku pasti merasa obrolan ini menjadi hangat
Tentang sebuah akun yang aku miliki
Tapi kau tak tau sandi apa yang aku punya
Struktur keabsahan bahwa kita memang bertugas
Menilai satu sama lain
Itu akan berhasil suatu saat
Ketika bulan hadir untukku
Dan matahari terbit untukmu
Kemarin apa, lusa kenapa, sekarang iya
Di udara menjalin rotan merajut benang
Angka yang berbeda tujuan yang tak sama
Tak usah dipaksakan walaupun iya kau pahami nya
Dasar palung hanya berisi pasir, pasir paling halus
Jangan jatuh terlalu dalam
Kuatkan peganganmu
Subscribe to:
Posts (Atom)